Fun Course for Kids untuk Mengisi Liburan Anak-anak di Prodi Desain Interior

Surabaya, 23 Juni 2026 – Kegiatan apa yang dilakukan anak-anak untuk mengisi waktu liburan sekolah? Tentunya banyak, salah satunya adalah dengan bermain sekaligus mengisi waktu dengan belajar kegiatan baru namun juga tetap produktif. Kegiatan ini bisa diikuti di acara Fun Course for Kids diselenggarakan pada tanggal 23-24 Juni 2026 lalu oleh Prodi Desain Interior. Program kegiatan ini mengajak anak-anak usia dini melakukan beberapa kegiatan yang mengasah kreativitas anak-anak. Fun Course ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan motoric, spasial, problem solving dan design thinking. Melalui kegiatan ini anak-anak diajak untuk menjadi super young designer yang bebas berimajinasi dan mengekspresikan kreativitas melalui rangkaian kegiatan yang menarik.

Fun Course for Kids ini diprakarsai langsung oleh akademisi dan praktisi di bidang desain. Terdapat 4 kegiatan yang ditawarkan, diantaranya adalah Design Thinking Course dan Hand-built Pottery Course yang diadakan pada hari pertama, serta Interior Pop-Up Card dan Batik Heritage pada hari kedua. Pada kegiatan Fun Course for Kids hari pertama dimentori oleh Ibu Ratna Andriani Nastiti, S.T., M.Ds. dan Ibu Hardina Atsilia Qurbah, S.Ds., M.Ds., sedangkan pada hari kedua dimentori oleh Nadhila Widyanti, S.T., M.Ds. dan Nabila Anindya W., S.Ds., M.Ds. Dengan didampingi langsung oleh dosen dan mahasiswa Prodi Desain Interior, peserta kegiatan Fun Course for Kids ini diikuti oleh sekitar 20 anak-anak dari berbagai wilayah di Surabaya merasa sangat senang dan antusias.

“Adik-adik diajarkan untuk membuat karya desain interior melalui pop-up card dan belajar tentang bagaimana proses membuat batik dengan teknik mencanting atau mewarnai batik, supaya adik-adik dapat mengenal tentang budaya Indonesia dan tetap dapat dilastarikan dengan dikenalkan sejak usia dini”, ujar Ratna Andriani Nastiti, S.T., M.Ds. selaku mentor di acara Fun Course for Kids ini.

Pada kegiatan ini peserta anak-anak tampak senang dan antusias mengikuti kegiatan. Tidak hanya senang dengan aktivitas baru, anak-anak juga merasakan keseruan dengan mendapatkan teman-teman baru.
Pembelajaran tentang Design Thinking yang diajarkan pada hari pertama mengajarkan anak-anak untuk mengenali sebuah permasalahan dan menyelesaikan permasalahan dan diajak untuk berpikir secara kreatif dalam menyelesaikan permasalahan. Kegiatan membatik menjadi hal yang baru untuk dikenalkan pada anak-anak pada hari kedua, karena merupakan pengalaman baru dengan mengenal alat canting, lilin, dan pewarna batik. Selain pengalaman baru, anak-anak juga jadi lebih mengenal tentang batik sebagai salah satu budaya Nusantara.

Investasi terbaik bagi masa depan anak tidak selalu ada di dalam ruang kelas. Dengan memberikan wadah bagi imajinasi mereka di masa liburan, kita telah mengubah waktu luang menjadi ruang belajar yang penuh tawa dan sarat makna. Mari terus dukung kreativitas anak sebagai bekal masa depan mereka.